Stimulus Membaca dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
adalah fase pendidikan yang sangat penting karena membentuk dasar perkembangan
anak di masa mendatang. Anak berada dalam periode emas, atau (golden age), di
mana perkembangan otak berlangsung sangat pesat dari berbagai stimulus dari
lingkungan. Kemampuan literasi adalah salah satu aspek perkembangan yang perlu
mendapat perhatian khusus dalam PAUD. Kemampuan literasi mencakup kemampuan
membaca dan menulis serta kemampuan menyimak, berbicara, dan memahami makna.
Kurangnya stimulasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan
literasi anak kurang berkembang.
Proses pembelajaran pada anak masih
banyak yang menggunakan metode konvensional, yaitu orang tua atau guru
mengajarkan anak untuk menghafalkan nama alfabet secara berulang dengan media
papan tulis dan menirukan cara guru mengucapkannya (Ruhaena, 2013). Pembelajaran
yang tidak menggunakan media atau teknik bermain tidak dapat mengoptimalkan
perkembangan mental, fisik, dan sensoris anak yang tengah berkembang pesat.
Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk bereksplorasi, bergerak, dan memenuhi
kebutuhan utama mereka untuk bermain.
Dalam PAUD, stimulus membaca adalah
upaya untuk mendorong anak untuk mengenal dunia literasi melalui kegiatan yang
menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pendidik bertanggung
jawab untuk merancang lingkungan belajar yang kaya dengan literatur,
menyediakan media yang menarik, dan membuat lingkungan bermain yang aman dan
menyenangkan. Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk bereksplorasi, bergerak,
dan memenuhi kebutuhan mereka untuk bermain.
Menurut Vygotsky (1978), anak akan
secara aktif menyusun pengetahuan dan memberi fokus pada bagaimana pentingnya
interaksi sosial budaya terhadap perkembangan kognitif mereka. Oleh karena itu,
pola interaksi anak sangat penting untuk perkembangan kognitif anak, seperti
orang tua yang mendorong anak untuk belajar literasi sejak usia dini dan
memberikan kegiatan yang terstruktur, terarah, dan dirancang sesuai dengan
perkembangan anak.
Dengan demikian, stimulus membaca
sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini. Anak akan
memperoleh dasar literasi yang kuat yang mencakup perkembangan bahasa,
kognitif, dan sosial-emosional, jika diberi stimulus yang tepat, berkelanjutan,
dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Oleh karena itu, pendidik sebagai
fasilitator yang memberikan pemebelajaran sesuai dengan perkembangan dan
memebuat suasana belajara yang aman dan menyenangkan. Orang tua terus mendorong
anak-anak untuk membaca di rumah melalui kegiatan membaca buku cerita.
Penulis : Lestari Anggarda Paramita
Editor : Putri Aurellia Luthfi
Mahardika dan Verrencia Audya Dasilva
Reviewer : Nurul Khotimah
Referensi
Aisyah,
S., Damayanti, A., Panca, U., Bekasi, S., Jakarta, U. M., Bahasa, L., &
Dini, A. U. (2023). Stimulasi Guru untuk Pengembangan Literasi Bahasa Anak
Usia Dini. 5, 454–460.
Hapsari,
W., Ruhaena, L., & Pratisti, W. D. (2017). Peningkatan Kemampuan
Literasi Awal Anak Prasekolah melalui Program Stimulasi. 44(x),
177–184. https://doi.org/10.22146/jpsi.16929